AWAS Banjir Lahar Susulan Menyerang Jogja
Waspada bagi anda yang tinggal di kawasan Jogja dan sekitarnya. Karena menurut laporan BMKG akan terjadi banjir lahar pada bulan Januari hingga Februari 2011. BANJIR lahar yang terjadi di sejumlah sungai yang berhulu di puncak Merapi pada hari Senin (3/1) merupakan yang terbesar pascaerupsi Merapi 2010. Namun demikian, menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, hingga saat ini diperkirakan baru 10 persen dari sekitar 130 juta meter kubik material vulkanik Merapi yang terangkut oleh banjir lahar. Untuk itu, kepada seluruh warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Merapi dihimbau untuk selalu waspada, karena peluang terjadinya banjir lahar yang lebih besar dapat terjadi mengingat tingginya intensitas curah hujan selama puncak musim hujan pada bulan Januari-Pebruari 2011.
Berdasarkan data curah hujan selama lebih satu dekade terakhir diketahui kawasan Kaliurang terjadi rata-rata curah hujan bulanan mencapai 508 milimeter pada bulan Januari dan 514 milimeter pada bulan Pebruari. Tingginya curah hujan pada bulan-bulan tersebut menunjukkan bahwa puncak musim hujan di puncak Merapi terjadi bulan Januari dan Pebruari pada setiap tahunnya.
Sebagai antisipasi meningkatnya intensitas curah hujan di puncak musim hujan, dihimbai kepada seluruh warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi perlu lebih waspada terhadap banjir lahar yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di puncak Merapi. Ancaman banjir lahar hendaknya tidak dianggap remeh, mengingat material vulkanik selama erupsi saat ini telah memenuhi alur sungai yang berhulu di Merapi.
source:Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).














