Manshurin.com

Blog Edukasi, Informasi Dan Motivasi


Memilih Keyword Yang Tepat

Tidak bisa dipungkiri, keyword adalah tonggak keberhasilan (atau kegagalan) SEO maupun pemasaran online secara keseluruhan. Keyword memiliki peran penting untuk menentukan dimana website kita akan tertangking oleh mesin pencari, yang pada akhirnya menentukan apakah calon pengunjung menemukan website kita atau tidak. Karena itu ketika menentukan keyword yang akan menjadi target SEO, sangat penting untuk memastikan bahwa kita memilih keyword yang tepat. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita tau apakah satu keyword tertentu tepat sementara keyword yang lain tidak tepat untuk website kita.

Pemilihan keyword yang tepat untuk website kita akan menentukan apakah website kita akan tenggelam diantara jutaan website lain, atau menjadi pilihan pertama untuk dikunjungi ketika seseorang melakukan pencarian melalui mesin pencari. Secara garis besar ada dua jenis keyword. Yang pertama adalah keyword merk, yaitu keyword yang secara langsung berhubungan atau mengandung merk dagang di dalamnya. Banyak pengunjung website melakukan pencarian dengan menggunakan merk dagang, terutama untuk produk-porduk yang namanya sudah sangat dikenal orang, misalnya daripada melakukan pencarian dengan “bali hotel” mungkin orang akan langsung melakukan pencarian dengan “sheraton bali”. Jika anda memiliki produk dengan nama yang terkenal, atau anda menjual produk jenis ini melalui website anda, maka keyword merk penting untuk anda perhatikan.

Jenis keyword yang kedua adalah keyword generik, yang secara luas dapat diartikan sebagai keyword yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama perusahaan atau nama dagang tertentu yang anda pasarkan. Jika anda mengelola hotel murah kelas melati di Kuta dengan nama “Hotel Kamboja” misalnya, mungkin anda tidak bisa berharap mendapat pengunjung apalagi pembeli yang datang melalui pencarian dengan nama hotel tersebut sebagai keyword. Dalam hal ini, keyword generik lebih berperan, misalnya “bali budget hotel” atau “hotel in kuta”.

Namun demikian, meskipun mentargetkan untuk keyword yang mengandung nama perusahaan atau merek dagang tidak akan membawa banyak pengunjung, kita tetap perlu untuk mentargetkan kata kunci yang berhubungan atau mengandung nama perusahaan, merk dagang, bidang usaha, kategori produk, dan sebagainya. Jika kita tidak memilikinya, mungkin orang lain akan mengambil manfaat. Misalnya jika “Hotel Kamboja” disukai tamu-tamunya, melalui informasi dari mulut ke mulut atau yang lebih modern seperti forum online, namanya akan semakin dikenal. Sebuah travel agen mungkin mentargetkan satu halaman websitenya untuk keyword “Hotel Kamboja”, dan orang-orang yang mengetahui dan kemudian melalukan pencarian dengan keyword tersebut akan memesan hotel melalui travel agen tersebut, sehingga anda sebagai pengelola hotel harus membayar komisi.

Ketika anda memulai proses pemilihan keyword, sebaiknya mulailah dengan berdiksusi untuk mengumpulkan calon keyword yang berhubungan dengan bdiang usaha atau jenis produk anda. Setiap usaha atau produk memiliki kosa kata tertentu, dan ini perlu anda gali. Berfikirlah sebagai pembeli. Coba untuk tidak berfikir “jika saya mau menjual produk ini, apa yang akan saya sebut”, tapi “jika saya ingin membeli produk yang saya jual, apa yang akan saya sebut”. Mulailah dengan kata kunci yang memiliki cakupan luas, meskipun mungkin karena terlalu luas tidak terlalu banyak mendatangkan pengunjung. Kemudian baru dipersempit menjadi keyword yang lebih spesifik, tetapi mendatangkan pengunjung yang punya ketertarikan membeli lebih besar.

Sebagai contoh anda menjual produk berupa susu rendah lemak yang dikhususkan untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Katakanlah anda mulai dengan “susu”. Ini relevan dengan produk yang anda jual, tapi cakupannya yang terlalu luas mungkin menyebabkan jumlah pengunjung yang datang dengan melakukan pencarian untuk keyword tersebut, belum tentu membeli. Mungkin ternyata mereka perlu susu bayi, susu berkalsium tinggi untuk orang dewasa, susu untuk ibu-ibu menyusui, sampai susu untuk anjing peliharaan. Mulailah dengan mempersempit “susu untuk dewasa” apakah ini sudah cukup sempit, mungkin belum karena masih ada jenis-jenis lain. Mungkin orang mencari susu untuk pria dewasa yang ingin menjaga kesehatan tulang, wanita dewasa yang sedang menyusui, wanita dewasa yang ingin menurunkan berat badan, dll. Sampai kemudian anda menemukan “susu diet” sebagai keyword yang tepat. Semua yang melalukan pencarian dengan kata kunci tersebut, tertarik dengan jenis produk yang anda jual.

http://www.seobali.com/2008/09/30/memilih-keyword-yang-tepat/

Teknik SEO Yang Harus Dihindari

Konflik kepentingan antara artistik dan konsep marketing versus SEO hampir selalu muncul dalam setiap pengembangan website. Kebanyakan mudah dicarikan jalan keluarnya, tetapi ada juga yang lumayan rumit. Bahkan ada yang kemudian terpaksa kita terima sebagai kelemahan website kita, sehingga kita perlu “berkorban” lebih banyak pada hal yang lain untuk mengkompensasinya.

Mingkin kita bisa berkorban dengan copywriting, sehingga isi website kita lebih banyak. Menulis lebih banyak artikel dengan link ke website kita, sehingga website kita mendapatkan backlink lebih banyak. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan mengaplikasikan apa yang populer sebagai black-hat SEO. Pada prinsipnya praktek black-hat SEO ini adalah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ranking yang tinggi, umumnya dilakukan dengan cara “mengelabui” mesin pencari, membuat mesin pencari menganggap website sebagai sumber informasi yang relevan dan bernilai tinggi, sehingga layak mendapat ranking yang tinggi.

Banyak pelaku bisnis online bahkan yang berskala besar dengan sengaja melakukan praktek ini, menyebabkan websitenya mendapatkan ranking yang tinggi untuk kata kunci yang ditargetkan, meskipun sebenarnya isi websitenya sama sekali tidak relevan dengan kata kunci tersebut. Umumnya mereka memang mengejar keuntungan sesaat, begitu “tertangkap” mereka sudah siap dengan website yang lain.

Jika tujuan anda dalam berbisnis online adalah jangka panjang, hindarilah teknik seperti ini. Karena meskipun mungkin berhasil, anda hanya akan menikmati keberhasilan itu sesaat saja. Segera setlah mesin pencari mendeteksi “penipuan” yang anda lakukan, bukan hanya penurunan ranking yang anda dapatkan sebagai hukuman.

Berikut adalah beberapa teknik yang sering dipakai. Saya sengaja memakai istilah dalam Bahasa Inggris, karena memang sangat populer. Paling tidak ini dapat membantu anda jika ingin melalukan riset online untuk lebih mendalaminya.

Domain Cloaking

Selintas mungkin anda melihat teknik ini sebagai gagasan yang cemerlang. Konsepnya adalah dengan membuat dua versi yang berbeda dari tiap halaman website. Jika halaman website tersebut diakses pengunjung biasa, akan ditampilkan halaman yang cantik dan menarik. Tetapi jika halaman website tersebut diakses oleh robot mesin pencari, akan ditampilkan isi yang saking doiptimasinya untuk keperluan SEO, mungkin menjadi sangat tidak menarik dan tidak bisa dimengerti oleh  pengunjung biasa. Jadi singkatnya teknik ini mengejar ranking yang tinggi di SEO dengan tetap memberikan tampilan yang menarik bagi pengunjung biasa.

Secara teknis modal utamanya adalah serangkaian program yang dapat mendeteksi pengunjung, apakah pengunjung biasa atau robot mesin pencari. Jika terdeteksi bahwa yang berkunjung adalah robot mesin pencari, akan di arahkan ke halaman khusus yang dioptimasi habis-habisan. Masalahnya adalah saking banyaknya pelaku, sekarang kebanyakan mesing pencari sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi praktek ini. Tidak ada lagi tenggang sukses untuk dinikmati sebelum “tertangkap”. Begitu terdeteksi bukan cuman satu halaman tapi seluruh website akan di black-list. Bukan hanya batal dibaca dan diindeks, tetapi halaman lain dari website yang sama dan sebelumnya telah terindeks pun akan dikeluarkan. Lebih parah lagi, website tersebut tidak akan pernah dikunjungi lagi. Jadi meskipun anda menyadari telah “tertangkap” dan kemudian insyaf dan memeprbaiki website anda, sudah terlambat.

Duplicate Content

Dalam membangun sebuah website, isi dalam bentuk teks dari website sering menjadi hambatan yang sangat serius. Jika anda sendiri bukan penulis, mungkin anda harus membuang uang dalam jumlah besar untuk membayar penulis. Jika anda ingin memiliki website yang memiliki 100 halaman, maka anda harus menulis sebanyak sebuan novel. Jika anda bukan Mira W yang mampu menuangkan imajinasinya dalam kata-kata, atau Hermawan Kartajaya yang mampu menuangkan pemikirannya dalam bentuk makalah atau buku, apa yang akan anda lakukan?

Banyak yang mengambil jalan singkat dengan mencuri isi website website lain untuk mengisi websitenya sendiri. Sadar Bung! Google, Yahoo, dan MSN diciptakan di Amerika, bukan di Indonesia atau China. Mesin pencari sangat menghargai hak cipta. Ini praktek yang sangat berbahaya. Lebih jauh, meskipun anda tidak melanggar hak cipta misalnya karena anda mendapatkan ijin dari pemilik website yang isinya anda ambil, mesin pencari tetap tidak menyukai praktek ini. Karena mereka tidak ingin menampilkan deretan hasil pencarian yang ternyata setelah dikunjungi isinya sama semua.

Untuk menjamin hal ini, mesin pecnari melengkapi diri dengan sistem pendeteksi yang relatif canggih. Diantaranya dengen mendeteksi “kesegaran” isi. Jika robot menemukan halaman website yang isinya sama dengan beberapa yang telah ditemukannya sebelumnya, akan dipilih siapa yang pertama memilikinya. Sisanya akan dianggap sebagai duplikat, nilainya akan diturunkan atau bahkan tidak diindeks sama sekali.

Umumnya mesin pencari mengkategorikan duplicate content menjadi 4 kelompok:

1. Artikel dengan distribusi luas. Satu artikel dapat muncul dalam banyak website yang memiliki topik yang terkait. Umumnya ditulis oleh orang yang memang ingin tulisannya dipublikasikan seluas-luasnya. Beberapa contoh diantaranya press release, atikel mengenai pengalaman tertentu, dll. Meskipun tidak mengandung konflik hak cipta karena penulisnya memang ingin tulisannya diduplikasi, tetapi betapapun pentingnya suatu tulisan, jika ratusan kali muncul di berbagai website, tetap ada kemungkinan dianggap sebagai duplikasi dan kemungkinan diindeks semakin kecil.

2. Deskripsi produk untuk toko online. Biasanya produsen memngijinkan toko online yang menjual produknya, mengambil deskripsi produk dari websitenya, untuk ditampilkan di website toko online tsb. Hampir semua deskripsi produk tidak diindeks oleh mesin pencari kecuali yang ditampilkan pada website produsen. Ini merupakan bentuk komitmen mesin pencari pada pemakai. Mesin pencari memang dirancang untuk “meloncati” deskripsi produk. Meskipun demikian efeknya hanya sampai disitu saja, tidak menyebabkan website toko online ybs. mendapatkan “hukuman” seperti dikeluarkan dari indeks.

3. Duplikasi halaman website. Tanpa tujuan negatif, kadang-kadang terjadi duplikasi halaman website, misalnya jika ifromasi yang sama diakses dari halaman yang berbeda. Misalnya jika anda memiliki halaman website berisi resensi buku berjudul The Linux Book, topik isinya mengenail Sistem Operasi Linux, ditulis oleh David Elboth, diterbitkan oleh Prentice Hall. Ada kemungkinan konstruksi website menyebabkan rensensi buku tesebut bisa anda akses sebagai halaman berbeda jika anda mengaksesnya dari daftar topik, penulis, atau penerbitnya. Umumnya ini hanya menyebabkanmesin pencari hanya meng-indeks yang pertama ditemukan.

4.  Isi “curian”. Adalah praktek dimana halaman website diisi dengan bahan yang diambil dari website lain, umumnya tanpa ijin pemiliknya, mungkin dengan sedikit sentuhan ulang sehingga nampak berbeda. Mesin pencari memiliki kemampuan untuk mendetksinya. Praktek ini sangat berbahaya, bukan cuma halaman tersebut tidak diindeks, bisa juga menyebabkan secara keseluruhan website tidak diindeks dan tidak dikunjungi lagi. Saya menyarankan untuk tidak mengambil langkah ini meskipun anda mendapatkan ijin dari pemilik website yang isinya anda ambil. Alasannya sederhana saja: dari mana robot mesin pencari tahu kalau anda mendapat ijin?

Hidden Pages

Maksudnya adalah halaman yang dioptimasi buat mesin pencari, dan hanya ditujukan agar “dilihat” oleh mesin pencari, tetapi “disembunyikan” dari pengunjung biasa.  Teknik”menyembunyikan” nya bisa berbagai macam. Paling mudah adalah dengan membuat link yang tidak menarik mata pengunjung dari homepage menuju halaman dimaksud.

Jika anda memilikinya dan kebetulan belum mendapatkan “hukuman” dari mesin pencari, segeralah buang. Karena hanya tinggal masalah waktu saja sebelum mesin pencari menemukannya.

http://www.seobali.com/2008/06/06/teknik-seo-yang-harus-dihindari/

SEO dan Bahasa Pemrograman

Salah satu aspek yang sering terlewatkan ketika kita menyusun strategi SEO adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun website. Masing-masing bahasa pemrograman memiliki karakteristik yang spesifik. Misalnya HTML menggunakan sekumpulan protokol tertentu untuk mengendalikan tampilan visual yang muncul di halaman browser, sementara PHP menggunakan kumpulan protokol yang sama sekali berbeda. Kebanyakan orang akan langsung mengasosiasikan bakasa pemrograman website dengan HTML. Kenyataannya ada banyak bahasa pemrograman lainnya yang juga sering dipergunakan dalam membangun website, dan masing-masing memerlukan strategi SEO yang sesuai.

JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan perancang website membuat komponen website yang dinamis, meskipun demikian sering tidak disukai mesin pencari. Pada kenyataannyapada kebanyakan kasus JavaScript menghentikan perjalanan crawler dalam menjelahi isi website. Jika ini terjadi, akibatnya ranking yang rendah atau malah sama sekali tidak di-index.

Untuk mengakalinya, banyak perancang website menggunakan teknik eksternalisasi semua kode JavaScript yang dipergunakan pada halaman website. Dengan eksternalisasi, kode JavaScript dijalankan dari lokasi yang berebeda dengan halaman websitenya sendiri. Teknik eksternalisasi ini cukup sederhana:

  1. Kopi semua kode JavaScript kemudian tempatkan pada satu file baru.
  2. Beri nama file tersebut dengan ekstensi .js. Misalnya namafile.js.
  3. Upload ke server web.
  4. Buat referensi dari halaman website untuk mengakses kode JavaScript dari file eksternal. Bentukannya adalah sebagai berikut: <script language=”JavaScript” type=”text/javascript” src=”namafile.js></script>

Kadang-kadang ada orang yang menggunakan JavaScript untuk menyembunyikan teks atau link dari mesin pencari. Meskipun banyak crawler terhenti oleh keberadaan JavaScript, mereka dapat mengidentifikasi dan membaca isi yang disembunyikan. Pastiakn anda tidak menggunakan teknik ini, karena beresiko dianggak sebagai upaya mengelabui (spam) mesin pencari.

Flash

Flash adalah salah satu teknologi yang banyak dibenci pemakai, terutama karena meskipun mampu memberikan tampilan yang memukau, Flash memakan banyak “tenaga” dan penyebabkan halaman web lambat dibuka. Pada banyak kasus pengunjung akan terjebak untuk menunggu sangat lama tanpa bisa melakukan apapun sampai komponen Flash tereksekusi seluruhnya. Pemngunjung yang tidak sabar dan terburu-buru kemungkinan besara akan merasa sangat frustrasi.

Untuk SEO Flash merupakan mimpi buruk. Komponen flash dapat menghentikan perjalanan crawler mesin pencari dan tidak melanjutkannya lagi.

Satu-satunya cara efektuf untuk menghindari efek negatif penggunaan Flash adalah dengan tidak menggunakannya sama sekali. Meskipun demikian, ada situasi dimana penggunaan Flash memang diperlukan. Jika anda berada pada posisi demikian, cobalah dengan menyisipkan komponen flash pada halaman web dan tetap memberikan jalan bagi mereka yang memilih untuk tidak mengakses komponen tersebut. Ada banyak beda pendapat dalam penggunaan teknik ini. Jika tidak benar-benar diperlukan, penggunaan Flash sebaiknya dihindari.

ASP

Kebanyakan website tidak mengalami perubahan kecuali webmasternya melakan editing pada halaman websitenya, website seperti ini biasa disebut website statis. Jenis lain disebut website dinamis. Website dinamis berubah secara langsung sesuai dengan pilihan pemakai yang dinyatakan dengan mengisi sejenis formulir. Website seperti ini dibuat dengan menggunakan teknologi pemrograman khusus, salah satu diantaranya ASP. Pada dasarnya halaman website seperti ini tidak ada sampai pada saat pengunjung “menciptakannya” dengan mengisi formulir isian. Karena robot mesin pencari tidak dibekali kemampuan untuk mengisi formulir, otomatis halaman website tidak “tercipta”, karena itu dalam kebanyakan kasus, halaman website jenis ini tidak terindeks oleh mesin pencari.

Ada cara untuk menyasati situasi di atas. Diantaranya adalah dengan menyiapkan text-link menuju halaman tertentu tanpa harus mengisi formulir, sehingga mesin pencari dapat menemukan halaman website tanpa harus “menciptakan”nya terlebih dahulu.

Secara teknis URL website dinamis akan mengandung banyak parameter yang memuat isian pemakai pada formulir sebelumnya. Beberapa mesin pencari tidak dapat membaca URL jenis ini. Dengan teknik pemrograman tertentu, URL seperti ini dapat dikonversikan menjadi URL yang search-engine-friendly.

Pada prinsipnya meskipun seperti bahasa pemrograman lainnya implementasi ASP membawa karakteristik khusus, tidak berarti SEO tidak dapat dilakukan. Pendekatan SEO pada website statis tetap berlaku juga untuk website dinamis.

PHP

Robot mesin pencari pada dasarnya adalah program aplikasi, seperti aplikasi pada umumnya, memiliki banyak batasan, khusunya pada jenis halaman website yang bisa ditemukan dan dibacanya. PHP adalah salah satu bahasa pemrograman website yang - seperti halnya ASP - dapat dikategorikan di luar website statis pada umumnya. Tanpa teknik implementasi yang sesuai, PHP dapat menjadi hambatan bagi robot mesin pencari.  Teknik implementasi yang sesuai maksudnya adalah penggunaan PHP dengan tetap memikirkan kebutuhan mesin pencari. Misalnya, pada umumnya PHP cenderung membuat halaman website lebih lambat diakses, sehingga robot mesin pencari batal membaca. Pengetahuan yang cukup terhadap PHP dan SEO dapat mengeliminasi situasi seperti ini.

Satu teknik yang teruji untuk PHP adalah dengan membuat PHP menciptakan kode yang terbaca seperti HTML biasa.