What is BROKER?

Broker adalah orang yang menjembatani antara penjual dan pembeli. Dimana seorang broker memiliki ilmu marketing yang luar biasa hebatnya. Karena untuk menarik minat pembeli, seorang broker haruslah dapat menguasai barang yang akan ditawarkannya. Apa bedanya marketing dengan seorang broker?Bagaimana tips menjadi broker yang handal? Simak tips-tips berikut :Perbedaan yang paling mendasar antara marketing dan seorang broker adalah jenis layanannya. Jika kita berada di pihak marketing tentunya selalu akan berpihak pada perusahaan/badan usaha/layanan usaha yang sedang diikutinya, artinya dia memiliki tingkat kepekaan yang rendah terhadapap calon konsumennya. Dia akan memberikan nilai positif saja kepada barang atau jasa yang diperjualkan. Sedangkan jika kita menjadi seorang broker, kita berada di tengah-tengah antara pembeli dan penjual. Artinya seorang broker lebih memiliki tingkat resposibility kepada konsumen ataupun penjual. Dia tidak akan berpihak pada produsen, tetapi tidak memberikan barang jelek kepada konsumen.

Sebenarnya di tengah masyarakat kita banyak beredar broker-broker handal. Namun orang kadang salah menafsirkan antara makelar dengan perantara. Sebenarnya dua-duanya bisa dibilang seorang broker, karena banyak dari orang Indonesia yang mempunyai sifat arogan dan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya, maka mereka lebih condong ke arah marketing.

Tips-tips untuk menjadi broker handal:

1. Jujur, ini diperlukan agar hubungan anda dengan produsen maupun konsumen berjalan dengan baik. Anda akan lebih mempunyai nilai plus jika anda jujur.

2. High Rensponsibility, ini dimaksudkan agar antar konsumen dan produsen mempunyai kesinambungan. Misal, si produsen ingin harga yang ditawarkan agar tidak anjlok ditawar si konsumen, sedangkan pada sisi si konsumen, dia ingin mendapatkan harga yang murah, maka anda sebagai penengahnya yaitu memberikan kelebihan dan kekeurangan dari produk itu, artinya anda harus bisa mematok harga ditengah-tengah itu.

3. Right People, biasanya orang yang mengandalkan jasa broker karena si produsen tidak bida menawarkan produk dagangannya. Disini peran serta anda. Tawarkan kepada calon pembeli dengan gaya khas anda sendiri. Jangan meniru gaya penjual A jika memang itu bukan kepribadian anda. Orang akan lebih teringat jika anda mempunyai gaya yang unik.

4. Don’t Meet, biasanya tak jarang konsumen langsung ke produsen, jika anda mempertemukan mereka langsung. Untuk kasus barang dengan tingkat intensitas pembelian rendah, anda boleh melakukannya, tetapi usahakan pertemuan itu tidak terjadi di rumah sang produsen dan usahakan antar produsen dengan calon konsumen tidak terjadi interaksi yang berlebih, tetapi jika intesitas pembelian sering artinya barang itu sering dibeli konsumen, jangan lakukan pertemuan itu.

Nah, bagaimana anda ingin mencoba?

Leave a Reply

*


SEO Powered By SEOPressor