Home >> Mbahmania >> Zahri Fadillah Blogger Manshurin Tulungagung
Zahri Fadillah

Zahri Fadillah Blogger Manshurin Tulungagung

Assalamualaikum sobat ! mudah-mudahan sobat manshurin selalu diberikan kesehatan, kewarasan serta nikmat dari Allah ya. Sebelum itu, alangkah baiknya jika saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, sehingga para pembaca lebih mengenal saya baik secara online maupun ketika bertatap muka . Sebut saja nama saya Zahri, saya anak ke 3 dari 5 bersaudara yang dilahirkan oleh seorang ibu bernama Sartikasari.

Saya dilahirkan tepatnya pada tanggal 21 Agustus beberapa tahun yang lalu. Mungkin pembaca bisa memperkirakan sendiri berapa umur yang saya miliki sekarang. Namun ada sedikit cerita yang dapat saya berikan tentang kelahiran yang saya alami. Bila kebanyakan orang dilahirkan di rumah sakit atau puskesmas, namun lain halnya dengan apa yang saya alami sobat.

Persis apa yang ibu ceritakan kepada saya bahwa, saya dilahirkan hanya dirumah bukan ditangani oleh bidan, perawat atau juga dokter, melainkan oleh dukun beranak yang ada di desa saya pada waktu itu. Maklum memang sobat manshurin, kehidupan dari keluarga yang saya miliki bisa dikatakan jauh dari kata mampu. Ibu tercinta hanya bekerja sebagai penjual sayur keliling dan bapak pada waktu itu memang hanya sebagai sopir truck angkut barang.

Terlepas dari cerita kelahiran saya yang begitu sederhana, kehidupan masa kecil yang saya alami pun terbilang juga jauh dari kata layak sebagai anak seusia saya pada waktu itu. Bisa sobat manshurin bayangkan sendiri, anak seumuran kelas 4 SD harus ditinggal kedua orang tua untuk bekerja diluar kota. Sehingga hari demi hari saya lalui hanya dengan kakak perempuan yang juga merangkap sebagai orang tua bagi saya sendiri. Sehingga bekerja keras sebagai buruh atau kerjaan apapun sempat saya lakukan agar kami bisa bertahan untuk terus hidup pantang menyerah terhadap takdir.

Jujur saja, untuk urusan pendidikan pun saya hanya sampai SMP kelas 1. Namun saya rasa, bisa dikatakan lulusan SMP dong ya sobat? Yah, meskipun tanpa ijasah, namun paling tidak saya sendiri bisa merasakan bagaimana rasanya menginjakkan kaki di kelas SMP dan memakai seragam putih biru pada waktu itu. Cukup miris memang hahaha…

Dari beberapa cerita diatas tentang kehidupan yang saya alami, salah satu pekerjaan yang saya dapatkan pun mungkin hanya sebagai seorang kuli pasar yang setiap hari harus bergelut dengan karung berisikan sayur dan buah dengan berat rata-rata 50 kg per karungnya. Dan itulah santapan saya sehari-hari sebagai kuli pasar di salah satu pasar induk ternama yang ada di daerah Tulungagung jawa timur.

Sebenarnya, cita-cita yang saya inginkan semenjak kecil adalah sebagai seorang dokter. Entahlah mengapa saya memilih itu, namun yang pasti hal ini mengacu pada masa kelahiran saya di dunia ini yang tidak ada sedikitpun campur tangan dokter. Cita-cita yang aneh memang untuk seorang anak penjual sayur dan seorang supir truck. Namun apalah salahnya sebuah cita-cita, toh juga hanya sebagai penyemangat saja agar kita tidak terbawa arus kedalam  kelamnya masa lalu.

Zahri Fadillah Blogger Tulungagung
Zahri Fadillah Blogger Tulungagung

Tahun berganti tahun, keadaan zaman pun setiap hari semakin berubah seiring dengan perkembangannya. Singkat cerita, saya sendiri mengenal internet kisaran tahun 2008 – 2009, ketika itu friendster merajai di dunia maya sebagai media sosial terbesar dan banyak sekali pengguna aktif. Dan saat itu pula saya pun mulai belajar blogging, namun hanya sebatas membuat saja, bukan untuk mencari uang seperti sekarang ini.

Tepatnya pada tahun 2012, saya mengenal seseorang yang bisa mengarahkan saya bahwa, didalam internet jika kita manfaatkan ada banyak pundi-pundi uang disana, kalo istilah jawa umum diucapkan dengan kata “lek awakmu ngerti, internet iku duwek tok !”. dari situlah saya memberanikan diri untuk belajar kepada beliau dan alhamdulillah semua itu berlajalan hingga saat ini. Teringat juga penghasilan pertama yang saya dapatkan dari google adsense sekitar $ 110.29, penghasilan yang tidak sepadan dengan para mastah yang memang bisa ribuan dollar 1 bulannya. Namun Alhamdulillah dari hal tersebutlah yang saya jadikan pelecut semangat untuk terus belajar, mencoba dan berkarya mengasah ilmu agar bagaimana bisa menghasilakan lebih banyak lagi pundi-pundi dollar dari internet. Sehingga kelemahan pendidikan yang saya miliki, tidak menjadi sebuah halangan agar bisa mendapatkan rupiah bagai seorang sarjana dan setingkatnya, atau bahkan bisa melebihi mereka.

Mulai Mengenal Internet Marketing

Mungkin yang menjadi pertanyaan sobat manshurin yang membaca artikel saat ini adalah, mengapa saya memilih internet sebagai ladang bisnis saya ? Hal tersebut juga bisa anda kembalikan lagi bahwa pendidikan saya pun tidak tinggi. Hal inilah yang memicu semangat saya untuk terus berkarya dan mengembangkan sayap bisnis di internet, baik itu sebagai blogger dan sebagai penjual barang-barang apapun lewat toko online. Sebab hanya di internetlah status seseorang tidak dipandang dari segi  tingginya nilai yang mereka miliki disekolah maupun dengan embel-embel Sarjana sekalipun.

Terlepas dari beberapa hal yang saya sampaikan diatas, sebenarnya saya sendiri juga sangat menyukai dunia online kok sobat manshurin. Sebab dengan hanya berhadapan pada sebuah layar monitor kita bisa megetahui informasi dari dalam dan luar negri tanpa ada batas. Kita juga bisa mempelajari sesuatu hal tanpa perlu kita masuk sekolah atau juga tanpa harus kita pergi ke kampus. Dunia yang saya pikir cukup gila memang, namun inilah kenyataan yang harus saya alami saat ini. Hidup di zaman yang serba modern dan penuh dengan hal-hal yang menakjubkan.

Tapi perlu diingat ya sobat, sekeras apapun usaha kita dalam mencari rejeki, jangan lupakan bahwa kita masih memiliki tuhan yang telah menciptakan kehidupan di dunia. Selalu dekatkan diri kepadanya, ingat akan karunia yang telah Allah berikan kepada kita, minta perlindungan kepadanya. Jangan menyombongkan diri dengan apa yang kita peroleh saat ini.

Teruslah untuk mau belajar dan berjuang, agar apapun yang saya dan kalian cita-citakan bisa terlaksana. Asah ilmu, jangan mudah patah semangat dengan keadaan. Yakinilah bahwa, “tidak ada orang yang bodoh di dunia ini, yang ada hanya seorang pemalas”. Ingat lo sobat manshurin, sekeras apapun batu, jika setiap hari kena tetesan air meskipun sedikit, lama-lama juga akan berlubang. Betul ga ?. demikian juga dengan sebuah ilmu, jika kita rutin belajar mengasah untuk berusaha melakukan yang terbaik, insya Allah akan ada hasil kedepannya.

Baik sobat, demikianlah sedikit hal yang bisa saya sampaikan tentang biografi seorang internet marketing bernama Zahri Fadillah. Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “Percayalah, apapun bisa kamu raih jika kamu bekerja keras”. Saya rasa itulah kata-kata yang mungkin menjadikan saya terus semangat berkarya di dunia online walaupun hanya seorang yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi, seorang kuli pasar dan tentunya saya hanya manusia biasa seperti kalian yang mengharapkan sesuatu terlihat lebih di mata dunia. Saya Zahri Fadillah, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Other articles you might like;

About Zahri Fadillah

Check Also

Mengenal Bisnis Online dan Cara Membangunnya

Mengenal Bisnis Online dan Cara Membangunnya – Kopdar Lamongan 17 Januari 2016

Mengenal Bisnis Online dan Cara Membangunnya Secara tidak sadar, perkembangan internet di indonesia semakin tahun …